Pelajar Hebat Tanpa Narkoba

Narkotika dan obat-obatan (Narkoba) terlarang telah menjadi momok bagi dunia, tidak hanya peredarannya makin gencar jumlah pemakainyapun kian melambung. Ditambah lagi era digital membuat segala hal menjadi lebih mudah, tinggal klik semua bisa didapatkan, tak terkecuali narkoba. Situasi pandemi membuat semua sektor terhenti sejenak, namun, tidak pada pergerakan narkoba.

Kekhawatiran ini menjadi “pekerjaan rumah” kita semua, khususnya dunia pendidikan. Mengapa…karena sasaran narkoba 50% lebih adalah remaja. Dimana seharusnya merekalah yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan, di sisi lain terancam tidak dapat melanjutkan kehidupan Berbangsa dan bernegara karena terpuruk narkoba.

SMP Islam Al Azhar 3 Bintaro, pada Kamis 7 Oktober 2021 mengadakan seminar Anti Narkoba secara virtual bagi murid kelas VIII yang diikuti oleh 97 peserta dengan tema: “Pelajar Hebat Tanpa Narkoba“.  Dr. Vivi Oktavia Lubis, SpKJ dari RS Ketergantungan Obat selaku narasumber menyampaikan tentang apa itu narkoba, mengapa memakai narkoba, resiko dan apa yang harus dilakukan. 3,37 Juta orang Indonesia yang terditek menggunakan narkoba. Dari jumlah itu 2,29 Jutanya adalah remaja/pelajar, demikian dipaparkan oleh dr. Vivi.

Narkoba adalah zat adiktif yang berbahaya bagi tubuh. Dimana efek samping penggunaan narkoba dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan, pikiran, dan perilaku orang yang mengkonsumsinya.

Jenis narkoba yang populer di dunia ganja, sabu, ecstasy, heroin, kokain untuk di Indonesia sendiri selain yang disebutkan diatas, banyak yang menggunakan obat yang notabenenya adalah obat medis namun dikonsumsi dengan jumlah yang berlebih, menghirup lem aibon atau bensin atau benda lain dengan bau yang menyengat dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan selain mudah didapat dari segi harga lebih murah.

Ada juga jenis baru NPS (New Psychoactive Substance) contoh nya Kratom kemasannya seperti teh namun memiliki kandungan narkoba. Rokok elektrik juga masuk dalam salah satu jenis narkoba, untuk rokok elektrik sendiri sebenarnya dilarang beredar di Indonesia, pada kenyataannya tidak demikian penjualan tetap ada melalui toko-toko tidak resmi. Mengapa di larang karena cairan rokok elektrik tidak mendeskripsikan isi kandungannya, dan sering disalahgunakan oleh produsen.

Alasan kenapa seseorang bisa terjerat narkoba ada beberapa diantaranya coba-coba atau ingin tahu, untuk kesenangan, dipaksa atau diajak teman atau pacar, stres. Dari coba-coba biasanya akan mengarah pada penyalahgunaan kemudian naik level ke penggunaan yang berbahaya dan terakhir ketergantungan.

Seseorang jarang yang berhenti pada titik coba-coba biasanya lanjut ke penyalahgunaan, nah bagaimana menanggulanginya… diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk sembuh atau bila diri sendiri susah melepaskan jerat narkoba perlu kerjasama dari pihak terdekat yaitu keluarga. Untuk itu keluarga harus cooperative melihat apakah anggota keluarga ada yang terkena narkoba atau tidak.

Kesadaran diri sendiri untuk lepas dari narkoba menjadi garansi 50% lebih kesembuhan tecapai. Bila hanya orang sekitar yang menginginkan kesembuhan tentu akan jauh lebih sulit, karena resiko pengguna kembali terjerumus besar.

Dampak teringan dari penyalahgunaan narkoba adalah hilangnya konsentrasi, seseorang tidak bisa fokus terhadap apa yang dikerjakannya, mudah linglung namun kondisi seperti ini jangan dianggap remeh karena bila dibiarkan bisa sampai pada tahap halusinasi, tak jarang pengguna melakukan tindakan di luar keinginannya. Tubuh kejang sampai pada fungsi organ penting tidak lagi mampu menjalankan tugasnya, belum lagi bila penggunaannya melalui suntikan resiko tertular HIV, Hepatittis, dan penyakit menular lainnya sangat tinggi, dan berujung pada kematian.

Di Indonesia sendiri  sudah ada rumah sakit (RS) khusus untuk menangani ketergantungan obat sebagai wujud kepedulian pemerintah memberantas narkoba dan membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berwenang dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Lebih lanjut dr. Vivi menyampaikan bahwa selain narkoba adiktif perilaku juga penting untuk mendapat perhatian semua pihak. Adiktif perilaku atau kecanduan perilaku yang populer saat ini adalah kecanduan game online dan pornografi. Jadi seseorang akan cemas atau gelisah berkali-kali dalam sehari bila tidak bermain game atau menonton pornografi. Kecemasannya meningkat sampai pada titik tidak bisa tidak. Sering dianggap remeh ternyata memiliki dampak yang luar biasa, sehingga perlu mendapatkan penanganan serius.

Upaya kita agar terhindar dari narkoba ataupun adiktif perilaku selain menjalankan pengobatan antara lain membentengi diri sendiri dengan Iman taqwa, menyaring atau memilah sesuatu itu baik atau tidak karena sesungguhnya hati nurani pribadi masing-masing menyadari mana yang baik atau sebaliknya. Kedua keluarga, keluarga berperan sebagai tempat mencurahkan segalanya bagi sesama anggota, sehingga tidak ada celah anak mencari tempat curhat yang salah. Ketiga berkumpul dengan teman dan lingkungan yang baik. Tak lupa doa…

Selama mengikuti seminar murid-murid kelas VIII antusias terbukti dengan banyaknya yang melemparkan pertanyaan ke nara sumber. Semoga dengan ilmu yang didapat dari Seminar dapat memotivasi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi tanpa jatuh dalam pelukan narkoba.

#ani_syarifah